Ransomware WannaCry Serangan Cyber Terbesar Dalam Sejarah

Jum’at sore 12 Mei 2017 dunia di hebohkan dengan serangan virus komputer baru Ransomware WannaCry. Dalam waktu relatif singkat , virus yang ganas ini telah mengunci ratusan ribu perangkat komputer di 150 negara yangterhubung dengan internet.

 

Target utama virus ini adalah  OS Windows versi lama yang tidak pernah di update pemilik nya dengan cara memanfaatkan celah protokol Server Message Block ( SMB ) yaitu sebuah fitur bawaan OS Windows yang memungkinkan sebuah komputer berbagi data dengan komputer lain nya.

 

Menurut keterangan dari Microsoft Technet , semua versi Windows berpotensi di susupi virus ini , namun versi lawas seperti Windows XP , Windows 8 dan Windows Server 2003 lebih rentan di banding versi di atasnya.  Hal ini sebenarnya sudah di antisipasi oleh Microsoft yang mengeluarkan patch atau penangkal melalui update OS pada bulan Maret lalu. Namun sayang nya banyak pemakai yang enggan melakukan update komputer nya. Hingga malapetaka itu pun tiba.

Mengunci Data Penting dan Menghapus nya dalam Tujuh Hari

 

Tanda utama  sebuah komputer yang ter infeksi Ransomware WannaCry adalah munculnya pop up atau jendela pemberitahuan ketika komputer di hidupkan. Di situ terdapat pesan bahwa semua data yang tersimpan dalam komputer sudah ter enkripsi atau di kunci oleh virus sehingga tidak bisa di buka lagi oleh pemilik nya.

 

Nah untuk membuka kunci itu, pihak penyebar virus yang menamakan diri nya sebagai kelompok Hacker Shadow menawarkan jasa mereka untuk membuka kunci itu dengan uang tebusan sebesar $ 300 dollar atau sekitar Rp. 4 juta rupiah.

 

Metode pembayaran yang di inginkan penyebar virus ini melalui Bitcoin,  yaitu salah satu mata uang digital berbentuk Crypto Currency yang susah untuk dilacak sehingga banyak di gunakan para pelaku kejahatan untuk meminta tebusan.

 

Dalam pesan yang tersedia dalam 25 bahasa, termasuk bahasa Indonesia itu , di berikan tenggang waktu 3 hari bagi pemilik nya untuk melakukan pembayaran. Penghitungan mundur pun sudah di mulai bersamaan dengan muncul nya pemberitahuan itu. Tebusan yang di minta akan bertambah dua kali lipat menjadi $ 600 dollar , jika dalam waktu 7 hari sang pemilik komputer belum juga melakukan pembayaran.

 

Beberapa saat setelah pemberitahuan itu muncul , maka virus akan merubah tampilan wallpaper komputer menjadi warna hitam dengan keterangan dalam bahasa Inggris yang menyatakan bahwa data penting telah mereka  kunci.

 

Dan pemilik komputer yang telanjur terinfeksi virus Ransomware WannaCry, hanya bisa pasrah merelakan semua data mereka hilang pada hari ke tujuh. Itu karena pihak penyerang mengancam akan menghapus semua data yang ada, apabila sampai tenggang waktu yang di berikan , tidak juga di lakukan pembayaran.

 

Hingga saat artikel ini di tulis, sudah 200 ribu lebih komputer yang mendapat serangan Ransomware, dan sayang nya belum ada solusi terbaik untuk menangkal keganasan virus ini, selain terpaksa membayar Rp. 4 juta rupiah melalui Bitcoin.

 

Untuk kasus di Indonesia, sampai sekarang tercatat ada dua rumah sakit yang terganggu pelayanan nya akibat serangan Ransomware yakni RS. Dharmais dan RS. Harapan Kita di Jakarta. Serangan juga terjadi pada jaringan beberapa rumah sakit di Inggris bahkan ganasnya virus ini juga melumpuhkan jaringan komputer milik perusahaan perusahaan besar dunia seperti Telefonica Spanyol dan Megafon di Rusia.

 

Melihat begitu banyak nya komputer yang telah di lumpuhkan dalam waktu singkat, maka tak ayal lagi Ransomware WannaCry adalah serangan cyber terbesar yang pernah ada dalam sejarah.

 

 

 

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *