Peretasan Paling Mengerikan Sepanjang Sejarah

Peretasan Paling Mengerikan Sepanjang Sejarah

Aksi peretasan sebuah sistem komputer telah ada sejak dulu dan dalam perkembangan nya semakin mencemaskan saja. Metode baru terus bermunculan dengan memanfaatkan celah keamanan suatu sistem. Tidak hanya menimbulkan kerugian materi dalam jumlah yang sangat besar, namun beberapa aksi peretasan berikut ini terbilang sangat mengerikan karena menerobos masuk  mengambil alih sistem persenjataan sebuah negara.

 

Serapat apapun sistem keamanan, pasti ada celah yang bisa di susupi oleh kecanggihan para hacker. Jangankan kita, instansi sekelas NASA dan Pentagon pun pernah di obrak obrik oleh aksi peretasan. Sebagai warning saja agar kita tidak lengah dan tetap waspada, inilah aksi peretasan paling mengerikan sepanjang sejarah.

 

Hacker China Lumpuhkan Pentagon

 

Amerika serikat dan China merupakan dua kekuatan utama dunia saat ini. Pasang surut hubungan diplomatik kedua negara ikut berperan bagi terciptanya perang cyber yang dasyat. Meski secara formal mereka tidak mengakui peran negara di balik serangan cyber , namun sepertinya itu hanya alibi yang di buat buat saja.



Sejak tahun 2003 sekelompok hacker dari negeri Tirai Bambu terus menerus menyerang Paman Sam dalam sebuah episode panjang bertajuk Titan Rain. Selama 3 tahun terus menerus 24 jam non stop, para Hacker China Lumpuhkan Pentagon. Serangan yang sangat sistematis ini tidak mungkin jika tidak di sponsori oleh pemerintah, begitulah yang di tuduhkan pihak Washington.

 

Selain Titan Rain yang fenomenal, Hacker China juga di tuding sebagai pihak yang bertanggung jawab, atas pencurian data dan hampir dua lusin desain sistem persenjataan canggih yang di kembangkan Pentagon. Tidak terhitung betapa besarnya kerugian yang di derita AS.

 

Tahun 2013 menjadi puncak dari serangan cyber China ke Amerika Serikat. Desain dan data penting yang berhubungan dengan backbone atau tulang punggung sistem pertahanan anti rudal balistik milik Pentagon di wilayah Asia , Eropa dan Timur Tengah telah di curi. Yang paling menyesakkan adalah pencurian sistem pertahanan termahal yang di kembangkan AS yakni pesawat tempur F-35 Joint Stright Fighter bernilai USD 1,4 Triliun.

 

Selain dari China, Pentagon dan NASA juga di hajar oleh hacker kondang dari Inggris, Garry McKinnon. Selama 13 bulan dari Februari 2012 hingga Maret 2013, Garry melumpuhkan 97 komputer NASA dan sedikitnya lebih dari 2000 komputer milik militer Amerika Serikat. Hebatnya dia melakukan itu seorang diri dari dalam kamar pacarnya yang terletak di kota London.

 

Stuxnet Ancam Reaktor Nuklir Iran

 

Sebagai satu dari segelintir negara di dunia ini yang mengembangkan reaktor nuklir, Iran sering di serang dengan cara halus melalui serangan cyber. Serangan paling berbahaya terjadi pada tahun 2010 lalu, dengan di temukan nya virus Stuxnet yang sangat canggih.

 

Pada awalnya Stuxnet hanya di kira sebagai worm biasa dan di anggap tidak berbahaya. Namun dalam perkembangan nya ternyata Stuxnet ancam reaktor nuklir Iran dengan menyerang dan mengendalikan sistem pipa , Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir dan perangkat manufaktur lain nya yang di sebut dengan Supervisory Control and Data Acquisition ( SCADA ).

 

Pemerintahan Mahmoud Ahmadinejad menuduh pihak Israel dan Amerika Serikat sengaja menyerang Iran melalui Stuxnet, mengingat kecanggihan virus ini hanya bisa di kembangkan oleh sebuah negara. Hal ini di perkuat oleh analisa dari Symantec, perusahaan pengembang anti virus terpercaya di dunia.

 

Ada kemungkinan Stuxnet di tujukan untuk mengacaukan PLTN Bushehr di Iran. Selain Stuxnet, sistem pengendalian minyak di Iran juga pernah di serang dengan virus serupa bernama Duqu pada tahun 2012. Hal ini yang semakin menguatkan indikasi keterlibatan Israel dan AS dalam aksi peretasan tersebut.

 

 

Estonia di lumpuhkan DDoS

 

Selain Pentagon di Amerika Serikat dan Reaktor Nuklir Iran, aksi peretasan paling mengerikan sepanjang sejarah juga pernah terjadi di negara kecil Estonia , yang merupakan pecahan Soviet. Tanggal 27 April 2007 , hampir seluruh sistem komputer di negara itu lumpuh total.

 

Ada dugaan serangan ini di lancarkan oleh pihak Rusia untuk menjawab kebijakan kontroversial Perdana Menteri Estonia, Andrus Ansip. Rusia marah besar karena Sang Perdana Menteri membongkar monumen tentara Rusia yang terletak di Ibukota Estonia, Stallin.

 

Metode penyerangan paling banyak menggunakan Distributed Denial of Service ( DDoS ) yakni dengan membanjiri lalu lintas sebuah server secara massif dalam waktu bersamaan, sehingga server menjadi lumpuh.

 

Artikel terkait  :

Waspadalah 6 Cara Hackers Membobol Password Kamu

 

Dari tiga aksi peretasan paling mengerikan sepanjang sejarah yang mengguncang Amerika Serikat , Iran dan Estonia , kita melihat betapa mudah nya bagi para hacker menyusup dan memanfaatkan rentan nya sistem keamanan sebuah sistem. Bayangkan apa jadinya jika para hacker itu benar benar mengambil alih dan mengendalikan secara penuh sistem persenjataan..? Jawaban nya pasti tidak begitu menyenangkan, KIAMAT.

 

 

Tags:
One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *