Perbedaan Kartu Kredit dan Debit, Serupa Tapi Tak Sama

Perbedaan Kartu Kredit dan Debit

Kartu kredit dan kartu debit bukanlah hal yang asing bagi kita. Keberadaan kartu sakti ini tak lepas dari keinginan masyarakat untuk bisa melakukan berbagai transaksi keuangan secara lebih praktis dan mudah. Meski sudah ada sejak puluhan tahun lalu, namun tidak sedikit masyarakat awam yang belum paham perbedaan kartu kredit dan debit.

 

Seiring meningkat nya transaksi non tunai , pasti nya kita perlu tahu lebih banyak tentang perbedaan kartu kredit dan debit. Dengan begitu kita bisa lebih bijak dalam menggunakan kedua kartu sakti tersebut. Jangan sampai keberadaan kartu kredit dan debit malah jadi bumerang bagi kesehatan finansial kamu.

 

Apa itu kartu kredit dan debit.?

 

Kartu kredit dan debit adalah alat pembayaran non tunai berwujud kartu magnetic dengan fitur tertentu  yang diterbitkan oleh bank.

 

Hampir seluruh bank di Indonesia menerbitkan kartu kredit dan kartu debit , dalam berbagai jenis dan spesifikasi. Masing masing memiliki kelebihan dan kekurangan, namun yang jelas semua nya di tujukan untuk mempermudah transaksi para nasabah nya.

 

Meski serupa, namun kartu kredit dan debit memiliki beberapa perbedaan yang mendasar. Perbedaan itu mencakup bentuk fisik kartu, fungsi dan berbagai aspek seperti berikut ini.




Perbedaan secara fisik

Seperti umum nya kartu magnetic lain nya, kartu kredit dan debit memang mirip dan hampir tidak terlihat perbedaan yang mencolok. Setiap kartu yang beredar, pasti nya di lengkapi dengan logo dari bank yang menerbitkan nya.

 

Selain itu juga terdapat logo jaringan tertentu yang merupakan partner bank tersebut. Master Card dan Visa merupakan nama yang paling mudah kita temui dalam setiap kartu kredit dan debit.

 

Sekedar tahu saja, mereka adalah provider yang memungkinkan kartu kredit dan debit yang di terbitkan oleh bank bisa di terima sebagai alat pembayaran pada merchant yang menjalin kerja sama dengan Master Card atau Visa.

 

Perbedaan kartu kredit dan debit secara visual

Kartu kredit

  • Sudah pasti di lengkapi dengan nama dan tanda tangan pemilik kartu.
  • Nama bank penerbit di bagian atas kartu.
  • Di lengkapi dengan chip yang berisi data dan informasi pemilik nya, hal ini untuk mencegah pemalsuan kartu kredit dan penyalah gunaan oleh pihak lain.
  • Sisi belakang kartu terdapat tiga digit nomor verifikasi atau CVV (Card Verification Value). Berfungsi sebagai pengamanan tambahan. Ingat ya nomor ini harus dirahasiakan dari siapa pun.

 

Kartu Debit

Secara umum kartu debit tidak memiliki fitur di atas. Nama dan tanda tangan bisa saja ada, tapi bukan hal yang bersifat wajib.

 

Syarat kepemilikan

Untuk memiliki kartu kredit, kamu perlu memenuhi beberapa persyaratan yang ditentukan oleh bank. Setiap bank pasti nya memiliki syarat dan ketentuan yang berbeda dalam menerbitkan sebuah kartu kredit.

 

 

Bank yang sama bisa saja menerbitkan beberapa jenis kartu kredit berdasarkan kategori tertentu. Secara umum kategori kartu kredit adalah silver, gold dan platinum.

 

Kita harus mengajukan permohonan terlebih dulu pada bank penerbit kartu kredit. Permohonan itu bisa disetujui atau ditolak dengan berbagai pertimbangan.

 

 

Di Indonesia sendiri bukan hal yang mudah Untuk memiliki kartu kredit, apalagi jika kita tidak memiliki penghasilan tetap. Pihak bank akan menghitung rasio penghasilan, track record kredit yang pernah kita ambil dan berbagai aspek lain nya.

 

Berbeda dengan kartu kredit, syarat kepemilikan kartu debit itu jauh lebih mudah. Biasanya, kartu debit diberikan secara otomatis oleh pihak bank pada saat nasabah mengajukan pembukaan rekening di bank tersebut.

 

Secara gampang nya Kartu debit bisa dimiliki oleh hampir seluruh lapisan masyarakat, asalkan memiliki rekening di bank tertentu.

 

Penggunaan dalam transaksi

Banyak orang menyebut kartu kredit sebagai kartu utang. Anggapan itu sah sah saja, karena nasabah tidak perlu memiliki dana terlebih dahulu untuk bertransaksi dengan kartu kredit. Pemegang kartu cukup membubuhkan tanda tangan atau memasukkan PIN ketika bertransaksi di merchant yang telah di sepakati.

 

Kartu kredit memiliki limit atau batasan maksimal kredit, berdasarkan jenis kartu kredit nya. Pastikan kamu mengetahui berapa limit kartu kredit yang kamu miliki sebelum menggesek nya.

 

Berhubung uang yang kamu pakai adalah pinjaman atau utang, tentu ada kewajiban untuk mengembalikan pinjaman tersebut. Pemilik kartu kredit akan di kirimi tagihan setiap tiap bulannya sesuai dengan tanggal cetak tagihan yang telah ditentukan pihak bank.

 

Pengguna bisa membayar penuh atau mengangsur pada bulan berikutnya. Jika dicicil, maka bunga akan dikenakan di bulan berikutnya.

 

 

Jika kartu kredit identik dengan utang, lain hal nya dengan kartu debit. Transaksi hanya bisa dilakukan jika ada saldo yang mencukupi dalam rekening kamu. Saldo rekening tabungan akan langsung terpotong ketika kamu menggunakan nya untuk transaksi.

 

Limit kartu debit bisa saja berbeda, tergantung jenis kartu yang kamu miliki. Biasa nya pihak bank akan menyesuaikan nya dengan dengan jumlah saldo yang ada di rekening masing-masing nasabah.

 

Transaksi menggunakan kartu debit, tidak perlu membubuhkan tanda tangan, cukup dengan memasukkan PIN.

 

Biaya tambahan

Kartu kredit membebankan berbagai biaya tambahan pada pengguna nya. Biaya tambahan itu misalnya iuran tahunan, bunga, denda keterlambatan pembayaran, pembatalan cicilan, over limit, tarik tunai, dan lain sebagainya.

 

Usahakan jangan menggunakan kartu kredit untuk penarikan tunai, karena biaya tarik tunai memiliki tingkat bunga cukup tinggi.

 

Hal di atas tidak berlaku pada kartu debit. Pengguna kartu debit hanya di bebankan biaya administrasi per bulannya yang akan dipotong langsung dari saldo rekening nasabah. Besar nya biaya berbeda beda tergantung pihak bank yang bersangkutan.

 

 

Untuk penarikan tunai dengan kartu debit, nasabah tidak dikenakan biaya tambahan seperti hal nya kartu kredit. Dengan catatan penarikan tunai dilakukan di bank terkait. Berbeda hal nya jika antar bank, maka akan dikenakan biaya dengan nominal tertentu, sesuai dengan kebijakan bank.

 

Demikian sekilas perbedaan kartu kredit dan debit. Hal yang perlu kamu tahu, penggunaan kartu kredit akan secara langsung mempengaruhi track record kredit kamu. Saldo utang yang tinggi dan keterlambatan pembayaran, pasti nya akan berdampak buruk pada kredibilitas nama mu di mata pihak perbankan.

 

Pertimbangkan baik baik sebelum memutuskan untuk mengajukan permohonan kartu kredit. Karena banyak kasus di mana banyak orang yang menderita akibat penggunaan kartu kredit yang tidak terkontrol.

 

Lain hal nya kalau kamu bertransaksi menggunakan kartu debit. Pastinya tidak akan berpengaruh apapun terhadap nilai atau track record kredit, mengingat kamu menggunakan uang sendiri yang tersimpan di rekening.

 

Meskipun demikian, kamu harus bijak dalam menggunakan kartu debit, jangan mentang mentang tinggal gesek saja ya. Gunakan sesuai dengan kebutuhan agar kesehatan finansial kamu tetap terjaga.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *