Penguasaan Teknologi Jauh Lebih Penting dari Arogansi

Penguasaan Teknologi Jauh Lebih Penting dari Arogansi

 

Sebagai bangsa dengan jumlah penduduk terbesar ke lima di dunia, ada banyak hal yang semestinya bisa kita raih. Bukan bermaksud untuk pesimis atau merendahkan bangsa sendiri, karena saya pun 100 persen cinta Indonesia. Namun terasa miris, jika melihat realita yang menyelimuti masyarakat bangsa ini.

 

Kita yang selalu membanggakan diri dengan budaya timur yang kita klaim paling luhur dan beradab, namun pada prakteknya hanyalah dongeng belaka. Di mana letak kebanggaan itu, kalo selama ini kita justru akrab dengan budaya bar bar yang liar dan mengedepankan arogansi dan kekerasan.

 

Bangsa ini bukan tanpa prestasi sama sekali, terasa naif kalo kita melupakan sebagian anak bangsa yang telah mendarma baktikan jiwa raga nya dengan karya terbaik mereka. Namun sekali lagi, jika di bandingkan dengan jumlah penduduk yang lebih dari 240 juta jiwa, mereka  yang berprestasi tentu masih terlampau kecil.


Vietnam pun sudah berlari meninggalkan

Jangankan untuk kancah dunia, untuk bersaing di level Asia Tenggara pun kita sudah mulai kewalahan. Malaysia, Singapura, Thailand bahkan Vietnam pun sudah berlari meninggalkan kita jauh di belakang. Dalam bidang apapun, kita tidak banyak berkutik, selalu menjadi urutan buncit. Paling hanya mampu bersanding dengan Timor Leste yang notabene baru merdeka kemarin sore.

 

Sektor pendidikan kita hanya mampu menghasilkan generasi urakan yang hobi tawuran. Sedikit berbahagia kaum menengah yang mampu mengenyam pendidikan hingga tingkat sarjana, namun apakah perguruan tinggi di sini benar benar mencetak sarjana unggulan..?

 

Jawaban nya bisa kita saksikan hampir setiap hari dalam berita di televisi.  Lihatlah di sana hampir di seluruh penjuru Nusantara, para mahasiswa begitu bersemangatnya melempari kampus mereka dan merobohkan pagar kantor kantor pemerintahan. Ya saya tahu mereka sedang berdemo, memperjuangkan aspirasi.

 

Namun saya rasa perlu obyektivitas dalam menyikapi suatu masalah. Benarkah arogansi dan kekerasan harus di dahulukan di atas musyawarah..? Sila ke empat Pancasila pun, saya yakin banyak dari mereka yang tidak hafal. Lantas bagaimana mau mengamalkan nya dalam kehidupan nyata..?

 

Penguasaan Teknologi Jauh Lebih Penting dari Arogansi

Penguasaan Teknologi Jauh Lebih Penting dari Arogansi

 

Demonstrasi seolah menjadi mata pelajaran wajib dan sekedar untuk meluapkan ekspresi jiwa yang labil. Sadarkah kalo masih banyak hal yang jauh lebih penting dari itu..? Belajarlah yang sungguh sungguh nak, Penguasaan Teknologi Jauh Lebih Penting dari Arogansi. Jadilah generasi muda yang punya mimpi besar membangun bangsa ini. Kejarlah ketertinggalan bangsamu agar sejajar dengan bangsa lain.

 

Ini era digital, di mana penguasaan teknologi jauh lebih penting bagi sebuah  bangsa, sebagai kunci menuju kejayaan. Jangan samakan dengan zaman kerajaan berabad abad yang lampau, di mana perang dan kolonialisme begitu merajalela.

Baca juga :

 

Kita semua sama sama manusia yang di izinkan Tuhan untuk singgah di bumi Nya. Jangan saling berebut untuk sebuah status pribumi atau bukan di tanah ini, Tuhan tidak memberikan gelar itu untuk kita sandang. Di belahan bumi manakah kita di lahirkan dan di jemput, kita nggak bisa memilih karena itu Kuasa Nya. So jangan membuat Tuhan murka dengan arogansi kita  seolah bumi ini kita yang punya.

 

Sedikit perenungan bagi bangsa yang sedang mencari jati dirinya yang hilang. Mohon maaf karena melenceng jauh dari tema blog ini. Tapi setidaknya bisa menjadi pencerahan bagi kita semua dalam menghadapi era digital, di mana penguasaan teknologi  jauh lebih penting dari sekedar arogansi.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *