Welcome to TerakopiBerbagi Inspirasi & Informasi

Komputer Kamu Cepat Rusak.? Ini Dia Penyebabnya

Komputer Kamu Cepat Rusak.? Ini Dia Penyebabnya

Dewasa ini komputer merupakan peralatan tempur paling vital untuk beragam profesi. Hampir semua jenis pekerjaan membutuhkan komputer. Mulai dari urusan administrasi perkantoran, desain grafis , blogging maupun sekedar buat gaming.

 

Akan sangat merepotkan jika kita harus mengolah data yang njlimet secara manual, tanpa bantuan komputer. Meskipun dalam beberapa hal peranan komputer mulai tergantikan dengan kehadiran smartphone, namun tetap saja tidak bisa menggantikan sepenuhnya.

 

Mengingat peran komputer yang begitu penting, tentu kita harus memperlakukan nya sebagai aset yang berharga. Jangan sampai pekerjaan terbengkalai gara gara komputer ngadat atau bahkan rusak total. Entah karena kurang paham atau memang ndableg, kita sering salah memperlakukan komputer.



Jika komputer kamu cepat rusak , ini lah penyebabnya. Salah satunya mungkin sering kamu lakukan.

 

1. Tegangan Listrik yang Tidak Stabil

Tegangan listrik yang tidak stabil merupakan salah satu hal yang paling banyak mempercepat kerusakan komputer. Komponen hardware seperti mother board, Hard Disk atau Power Supply akan mengalami penurunan efisiensi akibat tegangan listrik yang tidak stabil. Sebuah riset yang di lakukan IBM menyebutkan 40% kerusakan komputer per tahun nya di sebabkan karena hal ini.

 

Sebagai konsumen PLN , saya sendiri juga pernah mengalami kejadian tidak mengenakkan. Dalam waktu satu minggu , 2 buah komputer harus masuk tukang servis dan salah satunya terpaksa ganti motherboard karena tegangan listrik yang naik turun kayak roller coaster.

 

Untuk menghindari kerusakan yang tidak di inginkan, sebaik nya kamu menambahkan stabilizer atau UPS. Peralatan ini berfungsi untuk menyalurkan suplai listrik tambahan saat terjadi mati listrik atau tegangan yang tidak stabil . Meski harus mengeluarkan uang , namun pasti nya akan jauh lebih hemat ketimbang ongkos ganti mother board. Harga nya bervariasi dari kisaran Rp. 150 ribuan sampai jutaan rupiah dengan spesifikasi yang lebih mumpuni.

 

2. Malas membersihkan daleman komputer

Sekali waktu cobalah membuka casing CPU komputer kamu , lalu lihat lah betapa banyak nya debu yang menempel. Bisa jadi malah ada sarang laba laba nya di situ 🙂 saking nggak pernah di bersihkan sejak pertama kali beli.

 

Debu bisa masuk melalui lubang lubang kecil pada casing yang berfungsi sebagai ventilasi dan kipas pendingin. Akibat debu yang yang terlalu tebal, kinerja kipas pendingin menjadi tidak maksimal. Tahu kan apa fungsi kipas pada komputer kamu.?

 

Komponen komputer terutama processor akan menjadi panas ketika sedang bekerja, sehingga membutuhkan pendingin yaitu kipas. Apa jadinya ketika kipas tidak berfungsi maksimal.? tentu saja menimbulkan panas berlebihan pada processor sehingga lapisan heat sink menjadi lebih cepat kering.

 

Heat sink yang kering menjadikan processor tidak mendapat perlindungan , sehingga di pastikan akan berumur pendek. Jika komputer kamu sering shutdown sendiri itu tandanya warning keras buat kamu untuk segera membersihkan daleman nya, wa bil khusus fan atau kipas pendingin.

 

3. Terlalu sering instal dan un instal software

Penyebab kerusakan komputer selanjutnya adalah terlalu sering instal dan un instal software. Tidak di pungkiri memang, banyak nya aplikasi atau software yang tersedia membuat kita jadi kepengen menjajal nya. Namun hal ini tentu sangat berbahaya jika kamu hanya asal saja tanpa memperhatikan spek komputer.

 

Hard disk menjadi bagian yang paling rentan saat berulang kali melakukan instal maupun un instal software. Akibatnya Hard disk mengalami  bad sector atau kerusakan pemformatan dan parah nya bisa rusak total, sehingga harus di ganti.

 

Hard disk mengalami bad sector atau kerusakan

Sebagai solusi nya , instal beberapa software yang benar benar kamu butuhkan saja. Jika memang perlu kamu bisa menambahkan SSD sebagai media penyimpanan eksternal dengan kapasitas yang lebih besar.

 

4. Ter infeksi virus atau malware

Jika kamu menggunakan komputer yang terhubung dengan jaringan internet, kemungkinan ter infeksi virus atau malware akan jauh lebih besar. Pada umum nya virus lebih banyak menyerang sistem operasi atau yang berhubungan dengan software. Namun jangan salah , hardware pun bisa ter infeksi virus atau malware.

 

Ada jenis malware tertentu yang bisa menyusup dan mengacak acak kode binary pada driver. Akibatnya beberapa hardware menjadi tidak di kenali dan tidak akan berfungsi. Masih ingat kasus virus Ransomeware WannaCry belum lama ini kan.?

 

Sekedar untuk mengingatkan kembali :

 

 

Jangan malas untuk selalu update antivirus kamu ke versi yang paling mutakhir sebagai antisipasi. Setidaknya ini akan lebih aman bagi komputer kamu , meski tidak menjamin 100%.

 

5. Guncangan dan panas matahari

Kelihatan nya cuma sepele ya, tapi jangan anggap enteng. Guncangan keras dan panas matahari yang berlebihan bisa membuat komputer cepat rusak. Kasus seperti ini terutama terjadi pada netbook atau laptop yang sering kamu bawa kemana mana.

 

Menggunakan laptop memang lebih praktis, namun lebih rentan mengalami guncangan , terpapar panas matahari atau pun benturan. Pertimbangkan untuk memilih tas dengan spesifikasi khusus agar tingkat proteksi laptop kamu menjadi lebih baik. Hindari meletak kan komputer maupun laptop di tempat yang terpapar sinar matahari langsung.

 

 

 

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *