Kereta Super Cepat Hyperloop, Jakarta – Yogyakarta Hanya Butuh 25 Menit Saja

Prototype Hyperloop XP-1

Saat ini pesawat terbang menjadi alat transportasi paling cepat untuk  bepergian mengunjungi tempat yang terpisahkan jarak ratusan kilometer. Namun sebentar lagi posisi itu akan tergantikan oleh sebuah moda transportasi baru bernama Hyperloop.

 

Hyperloop ini sebenarnya bukan teknologi yang benar benar baru. Konsep dasarnya sudah ada sejak beberapa dekade silam. Namun gambaran jelas nya baru kembali mencuat setelah di presentasi kan oleh Elon Musk. Pasti sudah tahu kan siapa Elon Musk..? Dia lah pemilik perusahaan antariksa SpaceX dan mobil listrik Tesla Motors. Seorang pengusaha ambisius yang kerap melontarkan gagasan nyleneh dan inovatif dalam bidang teknologi.

 

Teknologi Hyperloop di kembangkan secara open source itu artinya selain mengembangkan sendiri di markas besar SpaceX, Elon Musk juga mempersilahkan  semua pihak untuk bekerja sama sekaligus berkompetisi dalam mengembangkan modul Hyperloop.

 

Hyperloop mampu tembus hingga 1200 km/jam




Kecepatan Hyperloop mampu tembus hingga 1200 km/jam sehingga hampir menyamai kecepatan suara. Sebagai perbandingan, kecepatan pesawat terbang komersial adalah 900 km/ jam, sedangkan kecepatan kereta api Maglev  hanya 600 km/jam.

 

Terbayang jika pengembangan Hyperloop ini sudah rampung dan mulai di terapkan. Dengan kereta super cepat Hyperloop, Jakarta – Yogyakarta hanya butuh 25 menit saja, sangat jauh jika menggunakan bus yang memakan waktu hingga 8 jam, belum kalo macet parah seperti libur lebaran.

 

Bukan tidak mungkin jika 5 atau 6 tahun ke depan kamu bisa menjajal sensasi naik Hyperloop. Dalam kunjungan nya ke Indonesia beberapa waktu lalu, Bibop G Gresta  CEO Hyperloop Transportation Technologies yang merupakan salah satu pengembang Hyperloop menyatakan ketertarikan nya untuk bekerja sama membangun jaringan kereta Hyperloop di negara kita.

Jalur Hyperloop Nevada

Kereta Hyperloop berbentuk seperti sebuah kapsul, dimana penumpang berada di dalam nya. Kapsul itu meluncur pada jalurnya atau rel yang berupa pipa tabung bertekanan rendah. Rangkaian pipa itu memiliki konstruksi seperti jalan layang, di mana sebuah tabung akan di topang oleh pilar beton yang di desain tahan gempa dan tidak terpengaruh perubahan cuaca.

 

Seperti halnya kereta peluru Maglev, kereta Hyperloop juga mengadopsi prinsip kerja elektromagnet. Namun tidak hanya itu saja, setidaknya ada beberapa poin yang membuat kereta Hyperloop mampu meluncur dengan sangat cepat.

 

Pertama, kapsul Hyperloop memiliki 2 motor elektromagnetik yang berfungsi menciptakan medan magnet. Kemudian ada kipas angin berukuran besar dan kompresor yang bertujuan untuk melampaui Kantrowitz Limit yang di rumuskan oleh fisikiawan AS, Arthur Kantrowitz.

 

Apa itu Kantrowitz Limit..?

 

Kantrowitz Limit merupakan hukum gerak benda di dalam tabung yang menyatakan saat sebuah benda bergerak dalam tabung semi vakum, maka udara di bagian benda itu akan di mampatkan. Pada akhirnya udara itu yang justru menghambat kecepatan gerak benda tersebut. Kamu bisa membuktikan nya pada tabung jarum suntik.

 

Nah hal itu di atasi dengan mengalirkan udara ke dalam kapsul melalui kipas angin raksasa dan kompresor tadi. Selanjutnya di butuhkan air bearing, yakni bantalan sepanjang 1,5 meter yang menciptakan udara bertekanan rendah. Kapsul akan bergerak melayang, sama persis dengan interaksi magnet dengan kutub yang sama pada kereta Shinkansen.

 

Kesimpulan nya seperti ini, kipas angin dan kompresor akan mengalirkan udara ke dalam air bearing, di mana air bearing akan mengubah nya menjadi udara bertekanan rendah atau semi vakum. Dengan kondisi tersebut maka kapsul akan bergerak melayang dengan gesekan minimal, sehingga bisa mencapai kecepatan maksimal.

 

Agar kecepatan bisa semakin maksimal, maka jalur nya pun harus di buat melayang di atas tanah. Seperti yang kamu baca di atas, jalur Hyperloop yang berupa pipa tabung di bangun seperti jalan layang, bukan di permukaan atau di bawah tanah.

 

Hyperloop XP-1

 

Apakah Hyperloop ini hanya sebatas angan angan saja..? Tentu saja tidak. Pada awal bulan Agustus ini, Hyperloop One, satu dari perusahaan yang mengembangkan teknologi Hyperloop telah berhasil menguji prototype pertama nya yang di beri nama Hyperloop XP-1.

 

Mengutip keterangan di  situs resmi nya, Hyperloop XP-1 berhasil menembus kecepatan hingga 308 km/ jam. Memang masih jauh dari angka 1200 km/ jam yang di klaim sebagai batas maksimal, namun itu hanyalah soal waktu. Hyperloop One masih terus menyempurnakan berbagai aspek dan optimis di tahun 2021 nanti Hyperloop akan benar benar menjadi moda transportasi tercepat umat manusia.

 

 

 

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *