Kehebatan Telegram Membuatnya Di Tendang

Kehebatan Telegram Membuatnya Di TendangKehebatan Telegram Membuatnya Di Tendang. Gaduh nya pemberitaan tentang pemblokiran Telegram membuat saya merasa terpanggil untuk mengupas sisi positif yang menjadi kelebihan aplikasi chating yang satu ini. Sepertinya masih banyak sahabat terakopi yang belum begitu familiar dan bertanya tanya.

 

Sebetulnya Telegram itu apa tho kok pada ribut..?

 

Nggak begitu penting juga sih , tapi lumayan lah bisa buat referensi dikit dikit. Mosok kalian cuma plonga plongo di saat yang lain pada heboh ngomongin Telegram, kan kasihan 😀

 

Telegram merupakan salah satu aplikasi untuk berkirim pesan instan atau chatting. Jadi masih satu saudara sama WhatsApp, BBM, We Chat , LINE , FB Messenger yang lebih populer di sini.  Aktor utama di balik lahirnya Telegram adalah kakak beradik Pavel dan Nikolai Durov.

 

Pavel Durov sebelumnya di kenal sebagai pendiri aplikasi sosial media VKontakte yang sangat populer di Eropa. Dia adalah CEO Telegram dan bertanggung jawab sebagai penyandang dana serta pengembangan infrastruktur melalui lembaga pendanaan Digital Fortress.

 

Kehebatan Pavel dalam seluk beluk koding tidak lepas dari peran kakaknya yakni Nikolai Durov. Sang kakak memang jago dan berotak encer,  juara dalam berbagai kompetisi matematika di Rusia. Nikolai memegang kendali untuk pengembangan protokol dan layanan Telegram yang lazim di sebut MT Proto.

 

Di bandingkan aplikasi sejenis, Telegram memang sedikit berbeda. Konsep utama nya bukanlah semata mata untuk mencari uang. Mereka ingin membuat sebuah aplikasi yang benar benar menghargai privasi manusia. MT Proto yang menjadi tulang punggung Telegram memang terbukti tangguh menangkal serangan hacker yang mencoba meretas.

 

Sayangnya Telegram sudah di blokir Kemenkominfo. Seandainya larangan itu di cabut, pengguna Telegram di Indonesia pasti akan meningkat pesat. Anggap saja pemblokiran ini menjadi iklan gratis yang semakin mendongkrak popularitas Telegram.

 

Daripada kelamaan nglantur, yuuk kita kupas rame rame kehebatan Telegram di bawah ini.

 

1. Telegram itu nggak mata duitan alias GRATIS

Nah ini, kalo soal gratisan kita semua pasti suka. Survey membuktikan mayoritas orang Indonesia itu pelit. Kalo ada yang bajakan atau gratis sudah pasti demen banget.

 

Kalo cuma gratis doang mah, BBM dan WhatsApp juga gratis kali broo. Eiits siapa bilang..? WhatsApp memang gratis, tapi baru belakangan ini aja. Pada awalnya dulu WhatsApp sempat meminta biaya langganan sekian dollar per tahun. BBM juga gratis, TAPI iklan nya bikin nggak kuaat, udah kayak tukang obat aja.

 

Cuma Telegram yang berani kasih cuma cuma. Si empunya bilang, udaah pake aja nggak usah mikirin bayaran. Di jamin nggak akan ada iklan selamanya, dan data kamu pun tidak akan di manfaatkan perusahaan iklan untuk kepentingan mereka. Terbukti kan kalo Telegram itu nggak mata duitan alias GRATIS.

 

2. Mau balapan kirim pesan.? Telegram jagonya

Di bandingkan  WhatsApp, pesan yang di kirim via Telegram akan lebih cepat nyampe. Ya selisihnya cuma dikit sih hitungan detik. Hal ini karena Telegram menggunakan layanan berbasis cloud. Dimana file yang di kirim akan di simpan di server milik Telegram bukan di perangkat smartphone pengguna.

 

Berbeda dengan WhatsApp  setiap kita membuka gambar dalam chat, maka akan secara otomatis tersimpan di memori smartphone. Sudah pasti akan memberatkan kinerja, dan mempengaruhi kecepatan pengiriman data.

 

3. Aplikasi Telegram lebih kecil

Aplikasi Telegram memiliki ukuran jauh lebih kecil dari WhatsApp. Di samping proses download yang lebih cepat, tentu cocok buat pengguna  smartphone dengan kapsitas memori minimal.

 

Telegram 4.1.1 yang merupakan versi terbaru hanya berukuran 13,37 MB . Coba bandingkan dengan WhatsApp versi 4.3 yang berukuran lebih gembrot, 36,29 Mega Byte.

 


4. Mampu mengirim file ukuran besar

Ada kalanya kamu foto foto bareng sama teman, tapi agak bingung saat ingin berbagi gambar jepretan. Mau di kirim pake BBM hasilnya pecah. Kalo pake WhatsApp agak kesulitan juga jika ukuran nya besar.

 

Solusi nya ada pada Telegram yang mampu mengirim file ukuran besar dalam berbagai format seperti doc, zip, mp3 dan ekstension lain nya. Dalam satu kali kirim, Telegram sanggup memindahkan file berukuran 1,5 Giga Byte.  Jelas jauh banget ya sama WhatsApp yang cuma mentok di 16 Mega Byte.

 

5. Grup di Telegram lebih rame

Sekarang ini lagi musim nya orang nge gosip di grup chatting. Kamu yang saat ini pake WhatsApp pasti punya sedikit kendala, coz grup chatting di WA cuma bisa nampung 256 anggota. Lumayan juga sih, untuk grup alumni SD yang anggota nya paling cuma 10 biji 😀

 

Tapi chatting kamu pasti akan lebih mantep, kalo kamu bikin grupnya di Telegram. Mau tahu kapasitas grup di sini, 10.000 member bro. Bisa satu kelurahan masuk semuanya tuh, So itu yang bikin Grup di Telegram lebih rame.

 

6. Telegram punya channel

Telegram di lengkapi fitur channel atau saluran khusus yang memuat berbagai topik. Fitur yang kita tahu tidak di sediakan oleh WhatsApp.  Ada banyak channel yang bertebaran di Telegram, di mana kita bisa memilih untuk mengikuti suatu topik yang kita suka sebagai member nya.

 

Syarat gabung nggak susah kok, langsung  masuk aja tanpa harus menunggu konfirmasi dari  pengurus channel. Fitur ini memungkinkan kita membuat siaran khusus secara live. Kamu bisa berkreasi seluas luasnya, asal jangan bikin bom.

 

7. Di lengkapi stiker yang bisa kita buat sendiri

 

 

Telegram memang tidak meyediakan video call seperti halnya WhatsApp atau BBM. Kekurangan itu di ganti dengan hadirnya stiker unik untuk mengekpresikan perasaan, sehingga chat terasa lebih hidup.

 

Tampilan user interface Telegram lebih atraktif , lebih smooth dan terlihat bersih dengan warna dasar biru yang elegan. Di lengkapi dengan fitur mention, hastag seperti halnya Twitter. Kelebihan yang tidak akan kamu dapatkan di WhatsApp.

 

8. Yang pasti paling aman

Privasi itulah yang jadi modal utama Telegram. Fitur seperti Screet Chating atau percakapan rahasia yang di enskripsi ke dalam kode khusus. Nggak perlu kawatir chat mu di baca orang lain meski smartphone hilang di curi. Pesan itu di simpan dalam bentuk kode yang pasti paling aman di banding aplikasi chatting lain nya.

 

Fitur Self Destruction memungkinkan pesan melakukan penghancuran diri sendiri. Dengan mengatur waktu mundur atau timer, maka pesan akan terhapus secara otomatis.

 

Fitur keamanan inilah yang tidak dapat di retas, tidak heran jika Telegram di pilih para penjahat sebagai sarana bertukar komunikasi. Meski oknum picik seperti itu hanya sekian persen dari ratusan juta pengguna Telegram.

 

Patut di sayangkan dengan segala kelebihanya itu Telegram harus terkapar di hajar regulasi. Seandainya saja Telegram kembali di buka.

 

 

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *