Welcome to TerakopiBerbagi Inspirasi & Informasi

Google Fuchsia Sistem Operasi Baru Pengganti Android

Google Fuchsia sistem operasi baru pengganti Android

Kita semua pasti mengamini kalo OS Android adalah sistem operasi yang paling banyak di gunakan pada smartphone dan tablet berbasis touchscreen saat ini . Sistem operasi yang pada awal nya di kembangkan oleh Android.Inc untuk kamera digital itu benar benar mendominasi setelah di beli oleh raksasa teknologi dunia Google.Inc pada tahun 2005 lalu.

 

Fuchsia mulai terdengar dalam bentuk command line

Berbagai kelebihan dari sistem operasi ini membuat banyak perusahaan industri seluler kepincut menggunakan nya. Samsung adalah salah satu contoh perusahaan yang di untungkan oleh OS Android. Perusahaan teknologi Korea Selatan ini  tumbuh dengan sangat pesat, menyingkirkan kedigdyaan Nokia sejak memutuskan menggunakan OS Android pada produk smartphone buatan nya.

 

Namun bisa jadi dominasi Android akan melemah dan mulai di tinggalkan untuk beberapa tahun kedepan. Hal ini di sebabkan oleh muncul nya sistem operasi baru yang sedang di kembangkan oleh Google juga. Pernah dengar nama Fuchsia..? Ya bocoran tentang kehadiran Fuchsia mulai terdengar sejak Agustus tahun kemarin, dan saat itu masih dalam bentuk command line.

 

Meski belum ada keterangan resmi dari pihak Google, namun belakangan ini isu tentang kehadiran Google Fuchsia sistem operasi baru pengganti Android kembali santer terdengar. Hal ini diperkuat  setelah sumber terpercaya Arstechnica.com menampilkan screenshoot OS Fuchsia pada halaman situsnya.

 

Di kembangkan di atas mikrokernel baru bernama Magenta

Google sepertinya ingin menggabungkan dua sistem operasi terdahulu nya, Android dan Google Chrome kedalam sebuah sistem operasi baru, bernama Fuchsia yang mutlak di kembangkan sepenuhnya oleh para insinyur Google. Berbeda dengan OS Android yang di bangun di atas kernel Linux, sistem operasi Fuchsia di kembangkan di atas mikrokernel baru yang  di namakan Magenta.

 

Mikrokernel baru ini dirancang sebagai sistem operasi yang sebenarnya, yang penggunaan nya menyasar pada perangkat  ponsel dan PC modern dengan prosesor berkinerja tinggi. Tampak nya pihak Google ingin menghilangkan penggunaan Linux dalam sistem operasi mereka dan menggantikan nya dengan mikrokernel Magenta buatan nya sendiri.

 

Armadillo user interface yang cantik

Tampilan antar muka atau User Interface ( UI ) Fuchsia ini di sebut dengan Armadillo. Sebuah tampilan yang sangat cantik dan menawan, di tandai sebuah kotak kecil pada bagian tengah layar nya yang berisi foto profil pengguna, nama kota,tanggal dan waktu serta informasi penggunaan baterai.

 

Fitur utama yang menjadi keunggulan dari OS Fuchsia terletak pada tampilan layarnya, yang mampu menjalankan empat aplikasi sekaligus dalam satu halaman. Dengan fitur ini memungkinkan kita melihat video Youtube , browsing , mengirim pesan Whatsapp dan BBM secara bersamaan dalam satu layar.

 

Selain itu OS Fuchsia juga di bekali dengan fitur vertikal swap. Untuk berpindah aplikasi, pengguna bisa menggeser menu yang ada dengan mengusap nya secara vertikal atau ke atas, berbeda dengan OS Android yang bergeser ke samping atau horisontal.

 

Google Fuchsia sistem operasi baru pengganti Android

Google Fuchsia sistem operasi baru pengganti Android ini di kembangkan dengan basis data bersifat terbuka atau open source. Itu artinya para pengguna di berikan kesempatan mengutak atik sendiri sistem operasi ini, untuk meningkatkan kinerja nya. Hingga saat ini pihak Google masih sangat merahasiakan informasi yang lebih banyak tentang OS Fuchsia. Bisa jadi karena sistem operasi ini masih dalam taraf pengembangan dan perlu penyempurnaan sebelum akhirnya benar benar siap di rilis.

 

Oke kita tunggu saja kehadiran OS Fuchsia yang sarat dengan fitur fitur unggul nya. Pihak Google tentu nya tidak ingin bermain main, tinggal menunggu waktu yang tepat saja. Ingat OS Android pun pada awalnya di kembangkan sebagai sistem operasi untuk kamera digital sebelum akhirnya mendominasi smartphone dan tablet kamu  sekarang ini.

 

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *