Generasi Micin Bertanya Startup Apa Itu Startup.?

Generasi Micin Bertanya Startup Apa Itu Startup.?

Belakangan ini ada beberapa istilah di jagad internet yang cukup menarik perhatian. Mulai dari yang terdengar konyol seperti : generasi micin , istilah gaul hasil kreasi generasi micin : kids jaman now dan yang terakhir asli bahasa bule : startup .

Berhubung judul artikel nya udah ta setting berkaitan dengan startup, ya aku nggak akan bahas soal generasi micin di sini. Bukan anti micin lho ya, lha wong tiap pagi sarapan nasi goreng kalo nggak pake micin juga nggak enak. Nanti ada proporsi sendiri buat ngebahas nya, siapa tau bisa bikin generasi micin bangga 😀

Kalo kids jaman now, tanpa di jelasin juga udah pada ngerti sendiri kan ya. Sekarang kita ngomongin startup aja, biar keliatan keren dan sok hitech gituh. By the way sebelum kalian otewe ke kafe, tahu nggak apa yang di maksud dengan startup itu.?

Emm kalo udah pada tahu ya syukur, berarti nggak rugi jadi kids jaman now. Terus buat apa dong aku nulis artikel ini , heehe. Ya buat antisipasi aja kalo ada Generasi Micin Bertanya Startup Apa Itu Startup.?

 

Apa itu Startup.?




Pengertian startup dalam bahasa Inggris adalah sebuah usaha yang baru saja di rintis. Jadi ibarat bayi yang baru di lahirkan, masih imut dan nggemesin. Lah cuma gitu aja tho artinya..? Ya nggak lah, simpel amat.

Di katakan startup , kalo usaha yang baru di rintis itu lahir dari sebuah ide cemerlang sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan yang ada di tengah sebuah komunitas atau masyarakat luas. Ide kreatif dan terobosan baru yang revolusioner, menjadikan usaha yang baru di rintis ini berkembang dengan sangat cepat dan pesat.

Terus bedanya dengan usaha kecil lain nya yang sama sama baru berdiri apa dong. Katakan saja kamu buka warung bakso di depan rumah gitu, termasuk definisi startup bukan yaa..?

Kalo masih pake mangkok biasa, bakso nya juga dari daging ,  apanya yang mau di bilang startup.? Toh semua penjual bakso juga kayak gitu , kecuali kamu mampu menciptakan sebuah inovasi baru di bidang per bakso an.

 

Lebih banyak berkaitan dengan teknologi informasi

Meski tidak mutlak, namun kenyataan nya perusahaan startup yang bermunculan, lebih banyak berkaitan dengan teknologi informasi. Kita mengenal media sosial Facebook , Kaskus , WhatsApp dan Instagram sebagai contoh perusahaan startup ketika masing masing platform itu baru di lahirkan beberapa tahun silam.

Facebook lahir dari ide sederhana Mark Zuckerberg untuk memudahkan interaksi sosial dengan teman satu kampus nya di Harvard. Platform media sosial yang masih sangat sederhana itu akhirnya meluas ke berbagai kampus lain nya di Amerika Serikat.

Seiring waktu , pemakaian Facebook semakin meluas tidak hanya dalam lingkungan kampus saja, namun masyarakat umum pun tertarik untuk menjajal nya. Sebuah terobosan inovatif yang menarik investor untuk menggelontorkan dana dalam jumlah besar, hingga akhirnya Facebook bisa menjadi perusahaan sebesar sekarang ini.

Sama seperti Facebook, begitu halnya dengan aplikasi chatting WhatsApp yang sangat populer ini. Ketika aku dan kamu sudah merasa puas bisa SMS an, Jan Koum datang dengan sebuah terobosan baru, yang membuat acara berkirim pesan menjadi lebih nyaman, atraktif dan jauh lebih murah.

Karena berbagai kelebihan nya itulah, maka WhatsApp tumbuh dengan pesat dan mampu menggeser peran SMS yang konvensional. Sesuai dengan definisi startup itu sendiri, Facebook dan WhatsApp lahir dari sebuah ide kreatif  untuk memecahkan masalah dan terbukti memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Sebagai bagian dari generasi milenial yang saban hari tidak lepas dari teknologi, kita pun pasti bisa menggali ide kreatif dan inovatif untuk merintis sebuah startup.  Apalagi dengan penetrasi pengguna internet di Indonesia yang sangat besar, mencapai 130 juta orang lebih pada tahun ini. Pasar yang sangat potensial dan siap menyerap ribuan startup baru.

 

 

 

 

 

 

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *