Welcome to TerakopiBerbagi Inspirasi & Informasi

Dulu Jack Ma Sekarang Ma Huateng, 2 Ma Yang Menjadi Raja Asia

Dulu Jack Ma Sekarang Ma Huateng, 2 Ma Yang Menjadi Raja Asia

 

Pesatnya teknologi informasi menghadirkan banyak kisah yang bisa kita jadikan motivasi.  Semua membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil selama kita mau berusaha. Lihat lah betapa dunia di buat terpesona oleh kehebatan  nama nama besar seperti Bill Gates , Mark Zuckerberg , Sergey Brin , Larry Page dan Jack Ma.

 

Ya, kita semua tahu mereka adalah para pesohor yang berhasil membangun kerajaan bisnis nya. Latar belakang mereka hampir sama, di lahirkan dari keluarga menengah tanpa harta warisan yang bisa di banggakan seperti halnya raja minyak.

 

Namun berkat kecerdikan nya memanfaatkan teknologi mereka mampu mewujudkan mimpi. Andai mereka tidak di lahirkan di dunia ini, mungkin kita tidak akan mengenal Microsoft, Facebook , Google dan juga Alibaba.

 

Dulu Jack Ma Sekarang Ma Huateng, 2 Ma Yang Menjadi Raja Asia

Cerita sukses mereka selalu menjadi inspirasi dan motivasi bagi jutaan orang di seluruh dunia. Tak bisa di pungkiri ,teknologi informasi telah melahirkan ribuan milyader bahkan trilyuner baru. Selain nama para pesohor  di atas, kini muncul nama baru yang tidak kalah hebat nya. Dia adalah Ma Huateng, bos perusahaan internet dan game mobile terbesar di dunia Tencent.

 

Seperti halnya pendiri Alibaba, Ma Huateng adalah seorang taipan internet dari negeri Tirai Bambu. Beberapa tahun lalu, boleh jadi Jack Ma menikmati singgasana nya sebagai orang terkaya di daratan China. Namun seiring waktu, pertumbuhan Tencent yang sangat pesat telah menghantarkan sang CEO, Ma Huateng merebut singgasana itu dari Jack Ma.




Pony Ma, begitu julukan pria berumur 46 tahun kelahiran kota Shenzen ini berhasil menyalip kekayaan Jack Ma dan hanya terpaut sedikit di bawah kekayaan duo pendiri Google. Dengan total kekayaan U$ 48,3 milyar , dia di tasbihkan oleh Forbes sebagai orang terkaya di daratan China sekaligus menjadi raja Asia.

 

3 tahun pertama Tencent  menanggung kerugian

Sebuah pencapaian yang tidak mudah dan pasti nya melewati perjalanan yang sangat panjang. Hampir 20 tahun berlalu ketika Ma Huateng bersama 4 orang rekan nya mendirikan Tencent pada tahun 1998 silam, tahun yang sama dengan berdirinya Google.

 

Dengan modal pinjaman lahir lah QQ , aplikasi pesan instant yang menjadi produk pertama Tencent. Alih-alih mendapatkan keuntungan, selama 3 tahun pertama Tencent malah menanggung kerugian, bahkan menyisakan utang untuk menutup biaya operasional.

 

Namun mereka tidak putus asa dan rupa nya keberuntungan berpihak pada Ma Huateng dan kawan kawan nya. Seorang investor dari AS tertarik pada aplikasi QQ dan menyuntik kan dana segar untuk pengembangan nya. Maka lahir lah We Chat, sebagai platform instant messaging yang lebih baik sebagai penerus QQ .

 

Meski bukan satu satunya aplikasi instant messaging yang ada pada saat itu, namun We Chat terbukti di terima masyarakat karena berbagai keunggulan nya. Tidak hanya sekedar berkirim pesan, gambar atau dokumen, namun We Chat juga menghadirkan fitur untuk membayar berbagai transaksi mobile, pesan tiket dan lain lain.




Perusahaan game terbesar di dunia

Untuk tingkat global, pamor We Chat memang kalah jika di bandingkan dengan Whatsapp. Namun hal itu tidak berlaku di China.  Hingga sekarang di daratan China saja ada kurang lebih 938 juta pengguna aktif  We Chat. Hal ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah China yang melarang Facebook dan Google, sehingga memberi kesempatan pada pengembang lokal untu berjaya dan menjadi tuan di negeri sendiri.

 

Selain We Chat, Tencent juga di kenal sebagai perusahaan game terbesar di dunia. Beragam game mobile yang di kembangkan Tencent sangat sukses di pasaran seperti Cross Fire dan League of Legends.  Selain itu mereka juga memperkuat cengkeraman dengan akuisisi. Salah satu langkah strategis Tencent adalah ketika membeli saham Supercell yang terkenal dengan game Clash of Clans nya itu.

 

Dalam banyak hal, Ma Huateng adalah sosok yang memiliki karakter  berlawanan dengan Jack Ma. Tidak seperti Jack Ma yang sering tampil di hadapan publik untuk berbagi tips serta kisah suksesnya dalam membangun Alibaba.  Ma Huateng di kenal sebagai figur yang kalem dan pendiam, sangat jarang tampil di muka umum dan sepertinya menghindari publikasi berlebihan.

 

Memiliki jiwa sosial yang tinggi

Meski memiliki nama marga yang sama, yakni marga Ma, namun keduanya bukanlah saudara. Mereka hanya sama sama figur yang sukses dari dunia internet dan sama sama memiliki jiwa sosial yang tinggi. Tahun 2016 kemarin, Ma Huateng mendonasikan kekayaan nya sebesar 2 milyar dollar AS atau sekitar Rp.26 trilyun rupiah untuk berbagai kegiatan kemanusiaan di China.

 

Baca juga :

Jack Ma si Gila dari China Yang Bawa Alibaba Mendunia

 

Sebagai pemimpin perusahaan, Ma Huateng juga sangat royal pada bawahan nya. Saat ulang tahun berdiri nya Tencent yang ke 18 pada tahun kemarin, dia mengguyur karyawan nya dengan saham senilai 220 juta dollar AS. Bahkan bukan hanya saham saja, ada amplop uang tunai yang dia bagikan kepada karyawan Tencent dengan total mencapai Rp. 58 milyar.

 

Di balik sosok nya yang kalem dan tidak begitu suka publikasi, Ma Huateng adalah contoh dari ribuan milyader baru yang lahir di China. Latar belakang mereka rata rata sama, lahir dari kelas menengah , namun berhasil mewujudkan mimpi berkat keseriusan nya memanfaatkan teknologi informasi.

 

 

 

 

 

3 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *